KPTN Gelar Konferensi dan Konsolodasi Nasional Pendidikan

Tidak ada komentar 25 views

YOGYAKARTA, Gerakan Mahasiswa yang tergabung dalam Komite Pendidikan Tinggi Nasional (KPTN) menggelar konferensi dan konsolidasi nasional pendidikan
dengan tema “Menggalang Persatuan untuk Menghapus Liberalisasi, Privatisasi dan Komersialisasi Pendidikan Serta Membangun Solidaritas untuk Mewujudkan
Demokrasi Sejati” yang difasilitasi oleh BEM KM UGM, Sabtu, (30/06/2018) di Gelanggang Mahasiswa, Universitas Gajah Mada (UGM).

Menurut rilisnya, dalam pertemuan tersebut KPTN membahas berbagai permasalahan yang saat ini terus dihadapi oleh mahasiswa dan kondisi pendidikan secara umum. KPTN menilai bahwa kondisi pendidikan di Indonesia yang terbelenggu oleh skema liberalisasi, privatisasi dan komersialisasi pendidikan tidaklah terlepas dari intervensi lembagai-lembaga global seperti World Bank, IMF dan WTO yang didukung oleh kebijakan pemerintah Indonesia yang menginduk dan bergantung.
Atas dasar itu, menjadikan sektor pendidikan semakin tertutup rapat untuk dapat diakses oleh rakyat.

Secara khusus, Undang-undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi menjadi payung kebijakan yang melegitimasi praktik tersebut. Dampaknya secara
luas terhadap rakyat sangat jelas, bahwa biaya kuliah yang mencapai jutaan rupiah tidak akan dapat dijangkau oleh mayoritas rakyat Indonesia, khususnya yang berprofesi sebagai buruh dan petani.

Realita sistem pembiayaan pendidikan tinggi dalam berbagai bentuknya juga semakin mencekik rakyat. Pada Perguruan Tinggi Swasta (PTS) biaya pendidikan
setiap tahunnya terus mengalami kenaikan, begitu pula bagi PTN melalui sistem pembiayaan Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang terus menjelma menjadi alat penghisap
uang rakyat. Belum lagi problematika status Badan Hukum bagi beberapa PTN, yang justru menjadi alat bagi pemerintah untuk secara bertahap melepaskan tanggung
jawabnya dalam menjamin hak pendidikan bagi masyarakat. Berbagai isu dan persoalan seperti fenomena Uang Pangkal, Pungutan Liar (Pungli), Studen Loan juga
menjadi pembahasan oleh KPTN. Secara khusus, KPTN juga menyoroti soal masalah demokratisasi di dalam kampus, berbagai tindakan pelaranga beraktifitas,
pemberian sanksi bahkan hingga tindak kekerasan dan kriminalisasi terhadap mahasiswa, serta mengupas intervensi aparat keamanan negara (TNI & Polri) di kampus.

KPTN dalam kesempatan tersebut juga menilai diperlukannya upaya keras untuk membangun persatuan antar gerakan mahasiswa dan memperluas perjuangannya. KPTN memandang bahwa berbagai upaya untuk mendepolitisasi, polarisasi, dan kanalisasi terhadap mahasiswa harus dilawan. Gerakan mahasiswa harus kembali pada
jalur perjuangannya untuk bersatu dan bergerak bersama, melalui isu pendidikan ini harapan tersebut kembali dirajut. KPTN menyatakan akan berkomitmen untuk
terus meluaskan gerakannya ke berbagai daerah di Indonesia. Hal tersebut tidak lain demi menggelorakan kembali perjuangan mahasiswa di kampus-kampus, tingkat daerah dan secara nasional.

Berlandas pada situasi dan kondisi yang disimpulkan bersama oleh forum, maka KPTN juga telah menyusun sikap dan langkah bersama yang akan terus diperjuangkan.
KPTN secara bersama dan dengan tegas telah menyatakan sikap:

1) Berjuang untuk Menghapus seluruh Skema Liberalisasi, Privatisasi dan Komersialisasi Pendidikan di Indonesia.

2) Menggalang Persatuan Gerakan Mahasiswa dan Gerakan Rakyat Demi mewujudkan Pendidikan untuk Rakyat.

3) Membangun dan Berjuang Bersama dengan Membentuk Jaringan Solidaritas dalam rangka mewujudkan demokrasi.

Pertemuan tersebut dihadiri oleh 86 orang yang menjadi delegasi organisasi, daerah, kampus, dan individu. Pada Konferensi dan Konsolidasi tersebut tercatat sudah terdapat 4 (empat) KPTN tingkat Regional/Provinsi, yiatu KPTN-Jawa Barat, KPTN-Jawa Tengah, KPTN-Banten, dan KPTN Jawa Timur. Selain itu berbagai
kota seperti Jakarta, Yogyakarta dan Makassar pun menjadi bagian aktif dalam jaringan KPTN.

Sumber:
www.dunialiterasi.co.id

author
Penulis: 

Tinggalkan pesan "KPTN Gelar Konferensi dan Konsolodasi Nasional Pendidikan"