Memaknai Hari Sumpah Pemuda Di Era Globalisasi

Tidak ada komentar 1119 views

Hello sobat dimanapun berada!
Mengingat beberapa hari mendatang kita akan memperingati salah satu hari bersejarah, yaitu hari sumpah pemuda, maka hari ini admin akan berbagi informasi tentang hal tersebut.

Selamat Membaca!

Makna Hari Sumpah Pemuda di Era Globalisasi

Sumpah Pemuda adalah bukti otentik bahwa memang pada tanggal 28 Bulan oktober 1928 Bangsa Indonesia dilahirkan dengan penuh semangat perjuangan.
Maka dari itu seharusnya seluruh rakyat Indonesia memperingati momentum 28 Bulan oktober selaku hari lahirnya bangsa Indonesia.
Prosedur kelahiran Bangsa Indonesia ini adalah buah dari perjuangan rakyat yang selama ratusan tahun tertindas dibawah kekuasaan kaum kolonialis dan imperialis ketika itu.
Kondisi ketertindasan ini-lah yang lalu mendorong para pemuda ketika itu untuk membulatkan tekad demi mengangkat harkat dan martabat hidup manusia Indonesia.
Tekad ini-lah yang menjadi titik awal kebangkitan rakyat Indonesia untuk mengangkat senjata guna mengusir kaum penjajah dari wilayah nusantara.

Sejak pertama kali dibacakan pada 28 Oktober 1928, sumpah pemuda sudah menjadi sarana pemersatu pemuda-pemuda bangsa Indonesia yang pada akhirnya merupakan dasar dari pemersatu rakyat Indonesia.
Karena nilai yang terkandung dalam sumpah pemuda sangat tinggi dan luhur, maka setiap rakyat Indonesia harus memahami dan menurunkan nilai-nilai tersebut ke generasi-generasi selanjutnya.
Inilah salah satu tujuan dari peringatan Hari Sumpah Pemuda yang selalu diadakan setiap tahun pada tanggal 28 Oktober.
Berbagai elemen masyarakat berlomba-lomba memperingati hari sumpah pemuda ini dengan berbagai aktifitas yang dapat mengenalkan serta menanamkan nilai-nilai luhur sumpah pemuda kepada generasi penerus bangsa.
Mulai dari anak TK,SD, SMP, SMA, setingkat perguruan tinggi bahkan masyarakat umum semuanya berlomba-lomba untuk menanamkan persatuan dan kesatuan bangsa melalui peringatan hari sumpah pemuda.

Sejarah Hari Sumpah Pemuda

Sejarah Sumpah Pemuda dimulai pada tahun 1928, ketika pemuda-pemuda yang tergabung dalam Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia (PPPI) memprakarsai sebuah
kongres yang kemudian dinamai Kongres Pemuda dan diadakan di Waltervreden (Sekarang Jakarta) pada tanggal 27 – 28 Oktober.
Kongres Pemuda inilah yang kemudian
menghasilkan sumpah pemuda yang menjadi cikal bakal persatuan bangsa Indonesia. Menurut para ahli, sumpah pemuda merupakan tanda lahirnya bangsa Indonesia,
serta tanda lahirnya juga bahasa Indonesia, karena sebelumnya belum pernah ada yang menyebut kalau bahasa pemersatu yang digunakan di Indonesia merupakan bahasa Indonesia.

Peserta Kongres Pemuda

Kongres Pemuda tersebut dihadiri oleh 9 orgaisasi pemuda yang paling terkenal di Indonesia pada saat itu, diantaranya PPPI, Pemuda Kaum Betawi, Jong Celebes, Jong Bataks Bond, Jong Islamienten, Sekar Rukun, Pemuda Indonesia, maupun Jong Sumatranen Bond.
Selain dihadiri oleh para pemuda yang berasal dari gerakan-gerakan pemuda yang ada di Indonesia, kongres pemuda ini juga dihadiri oleh tokoh-tokoh penting dari pergerakan nasional yang berasal dari partai politik, seperti Soekarno, Sunaryo, serta Sartono.
Kongres pemuda tersebut diketuai oleh Sugondo Djojopuspito dari organisasi pemuda Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia (PPPI) yang merupakan inisator dari kongres tersebut, serta dihadiri oleh 71 peserta dari seluruh Indonesia.

Akan tetapi dewasa ini nilai-nilai sumpah pemuda seolah luntur oleh modernisasi.
Kendati ratusan tahun berselang bangsa Indonesia ada dalam cengkraman penjajah, tapi itu tidak sebahaya imperialism modern dewasa ini.
Imperialisme dari segi politik, ekonomi, budaya, telah memporak porandakan nilai-nilai yang terkandung dalam amanat sumpah pemuda.
Dengan demikian, selayaknya kita mulai menata kembali semangat untuk mempertahankan dan memupuk persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.
Kurangi perselisihan, minimalisir perbedaan diantara rakyat Indonesia, jangan biarkan kita diadu domba dengan alas an apapun oleh beberapa gelintir orang yang menginginkan perpecahan diantara kita.
Karena dari dahulu kala politik adu domba merupakan strategi yang sangat jitu untuk menghancurkan persatuan dan kesatuan suatu bangsa.

Isi Teks Sumpah Pemuda

1. Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia
2. Kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia
3. Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.

Jakarta, 28 Oktober 1928

Sekian Informasi mengenai Sejarah, Isi Teks dan Makna Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928.

Semoga bermanfaat bagi kita semua.

author
Penulis: 

Tinggalkan pesan "Memaknai Hari Sumpah Pemuda Di Era Globalisasi"