Menulis Adalah Bekerja untuk Keabadian

Tidak ada komentar 990 views

Menulis Adalah Bekerja untuk KeabadianPemilihan judul tulisan ini terinspirasi dari ungkapan Pramoedya Ananta Toer: “Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.”

cara menyalurkan hobi menulis di blog

Cara menyalurkan hobi menulis

Ada banyak cara untuk menyalurkan hobi menulis. Cara yang sedang trend saat ini adalah menyalurkan hobi menulis di blog dan media sosial.

Jika Anda tidak mempunyai blog sendiri, bisa memanfaatkan blog atau website milik orang lain yang menerima kiriman artikel dari pembaca. Contohnya ya di KanalPendidikan.com ini.

Tulisan yang Anda buat dan dimuat di KanalPendidikan.com merupakan hak kekayaan intelektual Anda selamanya. Nama Anda sebagai penulis akan abadi selama portal ini ada.

Manfaat Menulis

Menulislah, walaupun baru mampu menuliskan beberapa potong kalimat saja. Karena para penulis hebat pun menjalani proses latihan dalam waktu yang cukup panjang, bukan lahir dari proses ujug-ujug.

Menulis memiliki banyak manfaat, diantaranya:

#1. Mengikat ilmu

Ingatan manusia dibatasi oleh lupa, tulisanlah yang dapat mengikatnya.

Seperti disebutkan di awal tadi, orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Artinya ilmu yang ia miliki tidak bisa dipelajari oleh gerenasi-generasi berikutnya, namanya pun tidak akan dikenang lagi.

#2. Meneruskan pengetahuan

Tidak salah kalau Pramoedya Ananta Toer mengatakan bahwa menulis adalah bekerja untuk keabadian. Karena orang yang menuliskan ilmu dan pengetahuannya, baik di media online maupun di media cetak, tulisannya akan dibaca oleh khalayak yang tidak terbatas. Namanya terus dikenang bersama dengan karya-karyanya.

Dalam hadits Rasulullah saw, disebutkan: “Jika anak Adam meninggal, maka amalnya terputus kecuali dari tiga perkara, sedekah jariyah (wakaf), ilmu yang bermanfaat, dan anak shaleh yang berdoa kepadanya.” (HR Muslim).

Dikutip dari https://umayaika.wordpress.com. Menurut Imam al-Suyuti (911 H), bila semua hadits mengenai amal yang pahalanya terus mengalir walau pelakunya sudah meninggal dunia dikumpulkan, semuanya berjumlah 10 amal, yaitu:

  1. ilmu yang bermanfaat,
  2. doa anak shaleh,
  3. sedekah jariyah (wakaf),
  4. menanam pohon kurma atau pohon-pohon yang buahnya bisa dimanfaatkan,
  5. mewakafkan buku, kitab atau Alquran,
  6. berjuang dan membela Tanah Air,
  7. membuat sumur,
  8. membuat irigasi,
  9. membangun tempat penginapan bagi para musafir,
  10. membangun tempat ibadah dan belajar

#3. Membuat perubahan

Banyak tokoh-tokoh dunia yang mampu merubah dunia lewat pemikiran-pemikiran yang dituangkannya dalam tulisan. Jika pemikiran dan penemuan mereka tidak diabadikan dalam tulisan, maka kita akan kesulitan mempelajari berbagai ilmu pengetahuan.

Tunggu apalagi, menulislah di KanalPendidikan.com, kita mulai perubahan besar sekarang juga!

Tag:
author
Penulis: 

Tinggalkan pesan "Menulis Adalah Bekerja untuk Keabadian"