Resolusi Tahun Baru Perlu Atau Tidak?

Tidak ada komentar 139 views

Sudah bukan rahasia lagi bahwa tingkat keberhasilan resolusi tahunbaru sangat rendah. Meski demikian, orang-orang tetap saja sangat senang membuatnya. Mereka yakin bahwa tahun ini pasti akan berbeda dengan tahun sebelumnya. Sangat disayangkan bahwa diawal-awal biasanya orang sangat bersemangat membuat resolusi, tetapi begitu menginjak Februari atau bahkan baru pertengahan Januari, mereka sudah terengah-engah mengikuti irama perubahan yang diaransemen sendiri dan akhirnya berhenti sama sekali.
Lalu mengapa pembuatan resolusi ini tetap menjadi tradisi favorit setiap pergantian tahun selama lebih dari 4000 tahun?
Salah satu alasannya adalah apa yang disebut “daya tarik garis start”.
Menurut Nona Jordan, seorang instruktur yoga, “awal tahun menawarkan sebuah permulaan yang baru dan batu loncatan yang baik”.Ide untuk memperbaiki diri adalah motivasi lainnya. “Sebagian besar manusia memiliki bakat alam untuk membangun diri sendiri,” ungkap John Duffy,ahli Psikilogi klinis dan pengarang buku The Available Parent: RadicalOptimism in Raising Teens and Tweens.

Membuat resolusi tahun baru adalah hal yang positif.“Fakta bahwa sebagian besar manusia tetap membuatnya meski hanya sedikit yang berhasil menunjukkan adanya harapan dan keyakinan bahwa mereka mampu untuk berubah dan menjadi pribadi yang sungguh-sungguh mereka cita-citakan.”Terang Jordan.
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa menyusun sebuah resolusi dapat
membawa anda lebih dekat kepada tujuan-tujuan anda.Sebuah penelitian menemukan bahwa 46 % dari orang-orang yang membuat resolusi sukses mencapai tujuannya.Sementara mereka yang memiliki suatu tujuan tertentu tetapi tidak sungguh-sungguh menetapkan resolusinya, hanya 4% yang berhasil.
Memang tidak semua orang menganggap penetapan resolusi tahun baru itu
penting. Berikut sejumlah alasan mengapa penentuan resolusi tiapmemasuki tahun yang baru itu tidak diperlukan.
1. Ketika membahas soal resolusi, orang cenderung berpikir tentang apa yang “harus” daripada “ingin” dilakukannya. Contohnya saat seseorang berpikir bahwa ia harus mulai hidup sehat dan menjadi lebih bugar.Positif bukan? Masalahnya adalah bagaimana kalau ia tidak sungguh-sungguh menghendakinya? Juga harus diingat bahwa ketika inginmengubah sesuatu dalam hidup, anda harus yakin bahwa anda melakukannya untuk alasan yang tepat.
Jika motivasi utama di balik resolusi anda adalah apa yang orang lain pikirkan tentang anda, maka anda tidak akan berhasil.
Apapun keputusan yang anda buat, lakukanlah demi anda sendiri, bukan untuk sekadar menyenangkan orang lain.
2. Saat merayakan tahun baru, biasanya orang merasa “tak terkalahkan”sehingga memutuskan untuk membuat beberapa resolusi yang tak masuk akal dan menyusun target yang tak realistis. Misalnya anda ingin menurunkan berat badan 10 kilogram dalam waktu sebulan, atau pergi kepusat kebugaran setiap hari. Jika anda benar-benar berhasil melaksanakannya setiap hari, itu bagus! Tetapi janganlah terlalu memaksakan kehendak bahkan cenderung kejam pada diri anda sendiri.Mungkin lebih baik anda menurunkan berat badan sedikit demi sedikit dengan mulai menerapkan pola makan sehat daripada memaksakan diri yang bisa jadi hasilnya malah tidak baik bahkan gagal sama sekali.
3. Menetapkan suatu tanggal khusus untuk memulai perubahan hidup merupakan tindakan pembodohan terhadap diri sendiri.
Jika anda sungguh-sungguh ingin mengubah hidup anda dan berkomitmen untuk itu,anda tidak perlu menunggu sampai 1 Januari.Tanggal berapapun anda bisa melakukannya. Jika anda benar-benar termotivasi untuk mengubah atau mencapai sesuatu, anda akan segera memulainya. Sebaliknya, jika anda menundanya dan hanya mencari-cari alasan pembenaran, berarti tekad anda tidak sekuat itu dan mungkin saja resolusi itu tidak begitu berarti bagi anda.
4. Anda tidak punya kendali atas segala sesuatu.
Anda juga tidak bisa meramalkan apa yang akan terjadi selanjutnya dalam hidup anda. Sudah ada yang berkuasa atas itu semua.
Jadi, apakah resolusi tahun baru itu memang penting atau tidak?Tentu tiap individu punya pandangan berbeda.Tidak peduli apakah anda membuat resolusi tahun baru atau tidak, yang terpenting anda milikilah tekad dan semangat untuk senantiasa memperbaiki diri.

Note:
Artikel ini pernah dimuat di Majalah Gema Braille edisi Januari-Februari tahun 2017, dan diproduksi oleh BPBI “Abiyoso” Cimahi.

author
Penulis: 

Tinggalkan pesan "Resolusi Tahun Baru Perlu Atau Tidak?"