Wajib Baca! Info Lengkap Sertifikasi Guru Tahun 2016

Tidak ada komentar 1744 views

Sertifikasi Guru tahun 2016 mengalami beberapa perubahan dari tahun sebelumnya. Perubahan mendasar yaitu peraturan sertifikasi Guru akan diperketat mulai tahun 2016 dan perubahan mekanisme pembayaran tunjangan sertifikasi guru.

Sedangkan untuk persyaratan sertifikasi Guru tahun 2016 tidak banyak berubah dari syarat sertifikasi guru tahun 2015.

Peraturan baru lainnya adalah para guru yang sudah menjadi guru sejak 1 Januari 2006 tapi belum disertifikasi, harus membiayai sendiri program sertifikasinya mulai tahun 2016.

Terkait hal itu, Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI) Sulistiyo menyatakan, pihaknya menolak dengan tegas aturan itu karena hakikatnya menganiaya guru.

Sulistiyo mengatakan, UU Nomor 14/2005 tentang Guru dan Dosen pada pasal 82 ayat 2 sangat jelas menyebutkan bahwa paling lambat 10 tahun sejak undang-undang itu disahkan (tahun 2005) guru-guru harus sudah S1/D4 dan bersertifikat pendidik. Itu berarti, sertifikasi merupakan tanggung jawab pemerintah termasuk pembiayaannya.

“Saya ingin menagih janji Mendikbud, katanya akan menyayangi dan memuliakan guru. Mendikbud harus menghentikan gagasannya yang aneh dan melanggar UU Guru dan Dosen itu,” kata Sulistiyo.

Berdasarkan data PGRI, guru yang belum disertifikasi masih sekitar 1,4 juta orang dimana 45% guru belum disertifikasi bukan karena kesalahan mereka.

Info Lengkap Sertifikasi Guru

Ilustrasi (Info Lengkap Sertifikasi Guru Tahun 2016)

Peraturan Sertifikasi Guru Tahun 2016

Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Permenpan RB) Nomor 16 Tahun 2009. Tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kredit mengatur pencairan tunjangan profesi guru akan berbasis pada kinerja masing-masing guru yang berlaku mulai tahun 2016.

Direktur Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (P2TK3 Kemdikbud), Sumarna Surapranata mengatakan, tunjangan profesi guru akan semakin diperketat pada satu Januari 2016.

Pemberian uang tunjangan profesi dievaluasi karena selama ini tidak tepat sasaran. Banyak guru yang tidak memiliki kompetensi mengajar yang memperoleh tunjangan lebih tinggi daripada yang memiliki kompetensi tersebut.

“Ke depan, penilaian kinerja guru akan digunakan sebagai salah satu syarat untuk tunjangan sertifikasi/ profesi. Hal itu didasarkan atas aturan Permenpan RB Nomor 16 Tahun 2009, dan akan mulai berlaku pada tahun 2016,” kata Sumarna Surya Pranata.

Baca juga : Aturan Sertifikasi Guru Tahun 2016 Akan Diperketat Mulai 1 Januari

Mulai tahun 2016 nanti pola sertifikasi guru akan diganti dengan Pendidikan Profesi Guru (PPG). Pola sertifikasi guru digunakan sebelumnya adalah melalui Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG). Rencana kesempatan guru untuk mengikuti sertifikasi melalui pola PLPG akan berakhir pada tahun 2015.

Penetapan PPG sebagai syarat wajib yang harus dipenuhi guru untuk menjadi pendidik profesional akan segera diberlakukan dengan tegas. Ini merupakan salah upaya yang dilakukan pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan terutama para pendidiknya atau guru.

Para guru akan mengikuti PPG selama 1 tahun, setelah itu mendapat gelar “Gr” dan sertifikat pendidik serta pantas menyandang standing guru profesional. Hal ini sesuai dengan amanat Undang-undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Dalam peraturan tersebut tenaga pendidik akan dinilai sesuai dengan profesi jabatan mereka.

Persyaratan Sertifikasi Guru Tahun 2016

Syarat-syarat sertifikasi guru Non PNS tahun 2016 antara lain :

  1. Telah memiliki Nomor Unik Pendidik Dan Tenaga Kependidikan (NUPTK). Bagi guru yang mengajukan NUPTK baru pada tahun 2013 melalui sistem PADAMU NEGERI akan menerima dokumen S1 sebagai tanda bukti kepemilikan NUPTK baru.
  2. Sudah menjadi guru pada suatu satuan pendidikan (PNS atau bukan PNS) sebelum tanggal 30 Desember 2005 (saat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen ditetapkan). Bagi guru yang menjadi guru setelah tanggal tersebut, kemungkinan akan mengikuti sertifikasi guru melalui jalur Pendidikan dan Pelatihan Guru (PPG).
  3. SK kepegawaian guru bersangkutan seperti yang tercantum pada poin 2 di atas haruslah SK CPNS/ PNS atau SK Honor yang ditanda tangani oleh kepada daerah atau a.n kepala daerah dalam hal ini Gubernur/ Walikota/ Bupati atau SK Guru Tetap Yayasan (GTY) yang ditanda tangani oleh ketua yayasan. Adapun SK pengangkatan sebagai pegawai yang ditanda tangani kepala sekolah/ komite tidak dihitung.
  4. Guru yang belum memiliki sertifikat pendidik dan masih aktif mengajar di sekolah di bawah binaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan kecuali guru Pendidikan Agama. Sertifikasi Guru Pendidikan Agama Kemenag 2015-2016 dan semua guru yang mengajar di madrasah diselenggarakan oleh Kementerian Agama dengan kuota dan aturan penetapan peserta dari Kementerian Agama.
  5. Guru yang diangkat dalam jabatan pengawas sebelum berlakunya Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru dan berusia setinggi-tingginya 50 tahun pada saat diangkat sebagai pengawas satuan pendidikan.
  6. Pendidikan terakhir harus sudah S1/ DIV dari perguruan tinggi terakreditasi atau minimal memiliki izin penyelenggaraan.
  7. Bagi guru yang tidak memenuhi poin 6 di atas, tetapi sudah berusia di atas 50 tahun dengan masa kerja di atas 20 tahun atau guru yang memiliki golongan IV/a.
  8. Belum memasuki usia 60 tahun pada tanggal 1 Januari 2016 yang akan datang.
  9. Sehat jasmani dan rohani dibuktikan dengan surat keterangan sehat dari dokter.

Mekanisme Pembayaran Tunjangan Sertifikasi Guru Tahun 2016

Menurut Kabid PPTK Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas, Takdir Widagdo, dalam penyaluran DAK dari pemerintah pusat, dana yang dialokasikan untuk masing-masing kabupaten/ kota penerima dikirim ke kas daerah. Kemudian dari kas daerah, dana tersebut dikirim ke masing-masing sekolah penerima.

Demikian pula dengan dana tunjangan profesi. Dana tunjangan profesi guru dari pemerintah pusat langsung ditransfer ke kas daerah. Kemudian oleh pemerintah daerah, dana tersebut ditransfer ke rekening masing-masing guru penerima melalui sekolah.

Dengan demikian, mulai tahun 2016 kepala sekolah bertanggung jawab terhadap proses penyaluran tunjangan profesi guru di sekolahnya.

Dikutip dari berbagai sumber.

author
Penulis: 

Tinggalkan pesan "Wajib Baca! Info Lengkap Sertifikasi Guru Tahun 2016"